Semangat Pemuda
Tutorial, Game, Tips dan histori perjalanan ada disini termasuk persiapan liburan, pemesanan tiket, pembayaran tiket, pembelian tiket, pemakaian aplikasi dan lain-lain.
Sunday, 12 August 2018
Friday, 16 February 2018
Suplemen dan makanan Ketika Traveling LP2M
Dalam sebuah perjalanan, kita setidaknya melakukan sedikit persiapan sebelum berangkat.
Yang paling vital dalam hal ini adalah makanan dan minuman, akan tetapi yang akan saya bahas disini adalah khusus suplemen dan makanan, dan hendaknya kita mengetahui kebutuhan akan kita sendiri, suatu contoh saya sedang traveling kondangan dengan rekan rekan pondok, dari kebiasaan mereka sehari-hari didapati minuman dan makanan favorit mereka.
Ini adalah contoh minuman mereka :
1. Bayu Adi Saputra (Driver B1)
Bayu menyukai minuman Le minerale & GoodDay coklat botol.
Cemilan yang dia sukai adalah keripik tempe.
Rokoknya adalah : Gudang Garam Filter "Garpit".
2. Maharjani (Driver B1)
Dia menyukai Nescafe botol
untuk makanan dia tidak suka makanan serer.
Rokok yang dia Suka adalah Sampoerna Mild ukuran besar
3. M Silahullah Almunfarid (Driver B1)
Driver ini Rokoknya Sampoerna Mild ukuran besar
Minumannya Pocari Sweat, dan GoodDay Coklat
——————————————————————
4. Yahya Hidayat Putra (Driver A)
Driver ini menyukai rokok u-mild
minumannya pocari sweat
———————————————————————
5. Anwar Khoironi (Driver A)
Rokoknya Sampoerna Mild besar
minuman pocari sweat
———————————————————————
6. Allama Zaki Almubarok (Kernet)
Rokoknya Surya 12
Minuman Uc 1000
———————————————————————
7. M Ali Mukhlis (kernet)
Rokoknya Surya 12
Minuman Pocari sweat
———————————————————————
8. Agus Miftahillah (Kernet)
Rokoknya Sampoerna mild besar
Minuman Uc 1000
Terima Kasih .
Yang paling vital dalam hal ini adalah makanan dan minuman, akan tetapi yang akan saya bahas disini adalah khusus suplemen dan makanan, dan hendaknya kita mengetahui kebutuhan akan kita sendiri, suatu contoh saya sedang traveling kondangan dengan rekan rekan pondok, dari kebiasaan mereka sehari-hari didapati minuman dan makanan favorit mereka.
Ini adalah contoh minuman mereka :
1. Bayu Adi Saputra (Driver B1)
Bayu menyukai minuman Le minerale & GoodDay coklat botol.
Cemilan yang dia sukai adalah keripik tempe.
Rokoknya adalah : Gudang Garam Filter "Garpit".
2. Maharjani (Driver B1)
Dia menyukai Nescafe botol
untuk makanan dia tidak suka makanan serer.
Rokok yang dia Suka adalah Sampoerna Mild ukuran besar
3. M Silahullah Almunfarid (Driver B1)
Driver ini Rokoknya Sampoerna Mild ukuran besar
Minumannya Pocari Sweat, dan GoodDay Coklat
——————————————————————
4. Yahya Hidayat Putra (Driver A)
Driver ini menyukai rokok u-mild
minumannya pocari sweat
———————————————————————
5. Anwar Khoironi (Driver A)
Rokoknya Sampoerna Mild besar
minuman pocari sweat
———————————————————————
6. Allama Zaki Almubarok (Kernet)
Rokoknya Surya 12
Minuman Uc 1000
———————————————————————
7. M Ali Mukhlis (kernet)
Rokoknya Surya 12
Minuman Pocari sweat
———————————————————————
8. Agus Miftahillah (Kernet)
Rokoknya Sampoerna mild besar
Minuman Uc 1000
Terima Kasih .
Saturday, 28 October 2017
SUMPAH PEMUDA RIWAYATMU KINI
SUMPAH PEMUDA RIWAYATMU KINI
Oleh : Ahmad Yani, ·28 Oktober 2015
Aku masih sangat hafal kalimat-kalimat itu yg penuh semangat
Sejak kita masih di bangku sekolah dasar
Hingga kini ketika kita sudah semakin besar
Ketika itu, aku dengan penuh kebanggaan mengucapkan sumpah pemuda
Sebagai wujud perjuangan generasi muda untuk merdeka
Begitulah guru kita berkata
Roda zaman kini telah merubah segalanya
Semua telah sibuk dengan segala urusan mereka
Hingga tak lagi peduli dengan nasib pemuda
Para generasi bangsa
Sobat masihkah kau ingat kalimat-kalimat sumpah itu
Yang dulu selalu kita lafalkan dengan menggebu-gebu
Kami putra-putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu tanah air
Indonesia
Kami putra-putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia
Kami putra-putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia
Aku masih begitu semangat untuk mengucapkannya lagi
Namun sayang kini sumpah itu tak ubahnya sebuah ironi
Bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Nyatanya pemuda kini lebih senang pertumpahan darah dengan saudaranya
Baik di dunia nyata maupun dunia maya
Berbangsa yang satu bangsa Indonesia
Nyatanya pemuda kini lebih senang budaya bangsa lain daripada negeri ini yang lebih kaya
Menjunjung bahasa pesatuan, bahasa Indonesia
Nyatanya pemuda kini lebih bangga menggunakan bahasa alay yang katanya lebih gaya
Sumpah Pemuda, bagaimana riwayatmu kini
Masihkah kita semangat untuk melafalkanya seperti
dulu lagi
Mendahara Tengah, 28 Oktober 2015
Sunday, 5 February 2017
BELAJAR DARI SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN
Oleh : Ahmad Yani, 9 Agustus 2016
BELAKANGAN ini jagat dunia maya dan dunia nyata di negeri kita sedang diramaikan pro kontra soal wacana Menteri Pendidikan baru yg menggagas full day study alias pendidikan.sehari penuh di sekolah, setidaknya itu pemahaman yg gampang.
Walaupun saya tidak punya latar belakang jurusan pendidikan, tapi saya ingin menanggapi dan menyampaikan pandangan tentang masalah tersebut. Menurut saya, pada dasarnya tidak masalah seberapa lama durasi belajar di sekolah, yg terpenting penyajian pendidikan itu sendiri jangan sampai membosankan. Mungkin bagi yg tidak setuju dg wacana itu, silakan belajar dari apa yg diterapkan di pondok pasentren.
Malah bisa dikatakan 24 jam full belajar di situ, namun tidak selalu berada di kelas. Di pesantren ada saatnya belajar di kelas, ada saatnya hafalan (muhafadzoh) bersama, ngaji setoran, syawir (diskusi) dll. Nyatanya hingga saat ini -sebatas pengetahuan saya- belum pernah ada berita santri demo atau protes pada kyainya soal sistem pendidikan di pondok.
Karena apa? Selain pendidikan yg bersifat pengetahuan (intelektual), di pesantren juga diajarkan pendidikam pembiasaan (kultural) seperti sifat tawadhu' (rendah hati), ta'dzim (menghormati) dan yg lainnya. Sehingga tidak sekedar pendidkan intelektual saja yg didapat, tapi juga moral dan spiritual yg diberikan.
Hasilnya seperti apa, kita semua bisa lihat nama-nama besar di negeri ini, Seperti KH. Hasyim Asy'ari, Wahid Hasyim, Gus Dur, Menteri Agama Saat ini Lukman Hakim Syaifudin, Ketua PBNU KH. Said Agil Siroj, dan masih banyak lagi tokoh lainnya. Bukan berarti pendidikan di sekolah harus seperti di pesantren, namun setidaknya bisa mengadopsi pola pendidikan yg diberikan.
Itulah pandangan saya terhadap isu yg sedang hangat saat ini ttg pendidikan di negeri kita, Indonesia. Maaf bila terlalu panjang lebar. Silakan bila ada yg mau menanaggapi. :-) :D
Saturday, 4 February 2017
PENDIDIKAN INDONESIA; BAGAI WAJAH KUSAM PENUH LUKA
Oleh : Ahmad Yani. 2 Mei 2012
PENDIDIKAN INDONESIA; BAGAI WAJAH KUSAM PENUH LUKA
Melihat pendidikan di Indonesia, rasanya kita seperti menatap wajah
kusam penuh luka. Bagaimana tidak, pendidkan yang seharusnya menjadi
sebuah sarana untuk mencetak generasi bangsa yang bermartabat dan tak
dipandang sebelah mata, kini telah banyak dinodai dengan berbagai
masalah yang tak juga kunjung selesai.
Tak sedikit
problem yang menjadikan proses pendidikan di negara kita seakan
terseok-seok untuk bisa berjalan dengan semestinya. Sebut saja seperti
program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang telah lama dijalankan
pemerintah nyatanya banyak terjadi kasus penyelewengan dana bantuan di
dalamnya. Niat hati pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
negeri kita yang tercinta ini harus berbenturan dengan sekian banyak
problematika tersebut.
Belum
lagi rencana untuk menyetarakan pendidikan kita dengan standar
internasional lewat RSBI/SBI-nya sempat dinyatakan gagal total. Rasanya
tidak berlebihan bila pernyaan tersebut dilontarkan, karena nyatanya
memang begitu. Pemerintah belum bisa membuktikan bahwa program tersebut
berhasil, padahal sudah menyedot dana yang tak sedikit pula.
Bahkan ada plesetan dari singkatna SBI yang seharusnya SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL menjadi SEKOLAH BEARIF INTERNASIONAL.
Sekali lagi ungkapan semacam itu juga tak ada salahnya, karena memang
pada faktanya untuk bisa mendapatkan pelayanan SBI tak sedikit dana yang
harus dikeluarkan. Ironisnya, salah satu SMA di Jawa Timur -sebagaimana
yang diberitakan oleh salah satu Majalah Mahasiswa- membedakan ruang
bagi siswa SBI (yang rata-rata berasal dari keluarga yang berduit ) dan
ruang siswa reguler (yang berasal dari keluarga menengah ke bawah). lalu
bagaiman dengan substansi dari pendidika itu sendiri?, kaetika sekolah
tidak lagi digunakan untuk tempat mencari ilmu namun dijadikan sebagai
ladang bisnis bagi oknum-oknum tertentu.
Menengok
pada sisi lain, kita akan makin miris melihtnya ketika banyak siswa
yang harus belajar di tengah ancaman ambruknya gedung sekolah lantaran
sudah tak layak pakai lagi, tak sedikit pelajar di daerah-daerah pelosok
harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk bisa sampai di sekolah.
Bila kita menilik perjalanan sejarah bangsa kita, pendidikan nyatanya
menjadi senjata yang ampuh untuk bisa melepaskan Indonesia dari
kolonialisme penjajah. Dengan segala yang dimiliki para kaum terdidik
terus berjuang untuk mengangkat martabat Indonesia di kancah
Internasional.
Mari momentum Hari
Pendidikan Nasional 2 Mei 2012 ini, kita jadikan sebagai sebuah
refeleksi untuk terus meningktakn kualitas pendidikan di negara kita.
Dan rencananya pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
akan memulai kebangkitan generasi emas sebagai momentum menyambut seabad
kemerdekaan Indonesia 2045 nanti. AYO JADIKAN INDONESIA LEBIH BAIK DENGAN PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK. (@md)
Friday, 3 February 2017
BERJUTA INSPIRASI DARI SECANGKIR KOPI
Oleh : Ahmad Yani, 28 April 2012
Bukan tentang rupa...
Bukan tentang warna...
Juga bukan tentang rasa...
Bukan tentang warna...
Juga bukan tentang rasa...
Ini tentang sebuah kenikmatan...
Tentang sebuah kepuasan...
Tentang sebuah kebnggaan...
Setiap tetesnya adalah inspirasi
Inspirasi untuk terus berkarya
Setiap tetesnya adalah ketenangan
Ketenangan dalam kegalauan tak menentu
Setiap cangkirnya tersimpan berbagai solusi
Solusi atas risaunya jiwa ini
Sejenak kucoba lupakan rumitnya hidup ini
Tuk sekedar menikmati cairan hitam bertuah
Sejenak kucoba tuk tentukam langkah hidupku selanjutnya
Ketika ku tak tahu kemana harus kulangkahkan kakiku
Ada Kopi ada solusi...
Ada kopi ada inspirasi...
Kopi meski kau tak lebih sebuah cairan hitam
Namun dari tiap tetesmu tercurah berjuta harapan baru
Harapan baru tuk masa depan yang lebih indah
Untuk hari esok yang lebih cerah....
Tentang sebuah kepuasan...
Tentang sebuah kebnggaan...
Setiap tetesnya adalah inspirasi
Inspirasi untuk terus berkarya
Setiap tetesnya adalah ketenangan
Ketenangan dalam kegalauan tak menentu
Setiap cangkirnya tersimpan berbagai solusi
Solusi atas risaunya jiwa ini
Sejenak kucoba lupakan rumitnya hidup ini
Tuk sekedar menikmati cairan hitam bertuah
Sejenak kucoba tuk tentukam langkah hidupku selanjutnya
Ketika ku tak tahu kemana harus kulangkahkan kakiku
Ada Kopi ada solusi...
Ada kopi ada inspirasi...
Kopi meski kau tak lebih sebuah cairan hitam
Namun dari tiap tetesmu tercurah berjuta harapan baru
Harapan baru tuk masa depan yang lebih indah
Untuk hari esok yang lebih cerah....
Thursday, 2 February 2017
SUARA ANAK BANGSA
Oleh : Ahmad Yani, 21 Mei 2011
103 tahun yang lalu….
Sebuah cita-cita digantungkan
103 tahun yang lalu….
Sebuah harapan ditancapkan
103 tahun yang lalu
Semangat kebangkitan pun dikobrakan…..wahai anak bangsa betapa mulia perjuangan mereka, tak berpikir akankah mereka dikenang, tak mengharap akan imbalan atas jasanya, tak mengharap dirinya terkenal. Karena semangat itu dilandasi oleh kepedulian akan bangsa ini, kepedulian untuk bangkit dan berdiri lalu berlari menggapai cita-cita negeri ini.
Keinginan itu memang mulia, namun bukan berarti untuk mewujudkannya bisa semudah membalik telapak tangan. Halangan dan rintang besar telah menanti di depan mata, siap untuk menghalau dan melunturkan semangat mereka yang berkobar.
Tapi sungguh…tak ada sedikitpun rasa gentar di hati mereka untuk terus maju. Bangsa Indonesia, yang dijajah oleh Belanda, hidup dalam penderitaan dan kebodohan selama ratusan tahun. Bahkan tingkat kecerdasan rakyat, sangat rendah.
Hal ini adalah pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha untuk “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya (http://www.kutak-ketik.com). Semangat itu pun dikobarkan untuk menjadi bangsa yang tidak hanya dibodohi dan terus dijajah.
Mereka bangkit dengan persatuan, hingga akhirnya cita-cita itu pun diwujudkan dalam sebuah pergerakan dan perjuangan benama “Boedi Oetomo”. Pemuda bangkit dan berada di barisan terdepan perjuangan bangsa Indonesia. Tanpa ada rasa takut sedikitpun, pekik kemerdekaan harus dikumandangkan. Hingga akhirnya Indonesia bebas dari penindasan oleh bangsa penjajah. Kini kita sebagai penerus bangsa sudahkah memaknai arti perjuangan itu dengan sebaik mungkin?.
Menghargai cita-cita luhur mereka yang tidak hanya untuk satu masa saja, namun untuk selamanya. Semua itu akan terwujud bila kita sebagai generasi muda penerus bangsa mau maju dan terus berkembang dilandasi semangat yang tak boleh padam untuk masa depan bangsa ini.
Jangan samakan kebangkitan nasional sekarang dengan zaman dahulu karena sangatlah berbeda dulu kita masih di jajah dan tujuannya adalah mempersatukan kekuatan khususnya kaum muda tetapi sekarang hanya untuk membangkitkan generasi yang bapak-bapak atau ibu-ibunya sedang berkuasa sekarang. sebenarnya makna dari hari kebangkitan nasional bukan terletak pada perayaannya, tapi cenderung terletak pada bagaimana niat para pemimpin kita untuk membangkitkan indonesia ke arah yang lebih baik (http://youannz.wordpress.com).
Namun, hati kita akan menangis kala melihat wajah negeri ini beserta generasi mudanya. Mereka seakan telah lupa akan perjalanan negeri ini hingga berdiri menjadi satu bernama INDONESIA, mereka seakan tak peduli akan kemajuan bangsa ini. Mereka tak PD lagi mengatakan “Kami putra-putri Indonesia”, hanya kesenangan yang mereka pikirkan, semangat itu makin luntur bersama perjalanan waktu. Cita-cita luhur itu makin lama makin mengendap bersama arus modernisasi yang sulit dihindari.
Kini, 103 tahun sudah bangsa ini mencoba bangkit. Tak ada lagi waktu bagi kita untuk diam dan meratapi nasib bangsa ini. Saatnya kita kembali bangkit dan tunjukkan siapa kita sebenarnya di mata dunia. Jangan malu untuk berkata “Aku anak Indonesia” jangan takut untuk menunjukkan jati diri kita. Inilah kita anak bangsa yang tak mau diam akan merosotnya bangsa ini, inilah kita yang tak mau diam akan hilangnya semangat generasi muda bangsa ini. Satukan langkah, satukan semangat, mari berpegangan tangan dan satukan cita-cita dulu yang kini mulai pudar. Kitalah yang harus kembali maju dan berada di barisan terdepan untuk mengharumkan Indonesia tercinta, tumpah darah pahlawan kita. Jangan sia-siakan tetes keringat dan darah mereka hanya dengan bersenang-senag tanpa ada tujuan.
Apapun kita, siapapun kita, bagaiamanapun kita, dan di manapun kita…ayo pekikkan kembali semangat kebangkitan itu. Indonesia harus kembali jadi garuda yang terbang tinggi di langit asa dan cita-cita negeri ini. Indonesia harus tetap menunjukkan taringnya sebagai macan Asia. Tunjukkan Indonesia yang sebenarnya. Buka mata, satukan cita, buktikan cinta untuk Indonesia kita. AYO BANGKIT ANAK BANGSA…….!
Semangat untuk Negeri, 21 Mei 2011
SUARA ANAK BANGSA
Sebuah cita-cita digantungkan
103 tahun yang lalu….
Sebuah harapan ditancapkan
103 tahun yang lalu
Semangat kebangkitan pun dikobrakan…..wahai anak bangsa betapa mulia perjuangan mereka, tak berpikir akankah mereka dikenang, tak mengharap akan imbalan atas jasanya, tak mengharap dirinya terkenal. Karena semangat itu dilandasi oleh kepedulian akan bangsa ini, kepedulian untuk bangkit dan berdiri lalu berlari menggapai cita-cita negeri ini.
Keinginan itu memang mulia, namun bukan berarti untuk mewujudkannya bisa semudah membalik telapak tangan. Halangan dan rintang besar telah menanti di depan mata, siap untuk menghalau dan melunturkan semangat mereka yang berkobar.
Tapi sungguh…tak ada sedikitpun rasa gentar di hati mereka untuk terus maju. Bangsa Indonesia, yang dijajah oleh Belanda, hidup dalam penderitaan dan kebodohan selama ratusan tahun. Bahkan tingkat kecerdasan rakyat, sangat rendah.
Hal ini adalah pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha untuk “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya (http://www.kutak-ketik.com). Semangat itu pun dikobarkan untuk menjadi bangsa yang tidak hanya dibodohi dan terus dijajah.
Mereka bangkit dengan persatuan, hingga akhirnya cita-cita itu pun diwujudkan dalam sebuah pergerakan dan perjuangan benama “Boedi Oetomo”. Pemuda bangkit dan berada di barisan terdepan perjuangan bangsa Indonesia. Tanpa ada rasa takut sedikitpun, pekik kemerdekaan harus dikumandangkan. Hingga akhirnya Indonesia bebas dari penindasan oleh bangsa penjajah. Kini kita sebagai penerus bangsa sudahkah memaknai arti perjuangan itu dengan sebaik mungkin?.
Menghargai cita-cita luhur mereka yang tidak hanya untuk satu masa saja, namun untuk selamanya. Semua itu akan terwujud bila kita sebagai generasi muda penerus bangsa mau maju dan terus berkembang dilandasi semangat yang tak boleh padam untuk masa depan bangsa ini.
Jangan samakan kebangkitan nasional sekarang dengan zaman dahulu karena sangatlah berbeda dulu kita masih di jajah dan tujuannya adalah mempersatukan kekuatan khususnya kaum muda tetapi sekarang hanya untuk membangkitkan generasi yang bapak-bapak atau ibu-ibunya sedang berkuasa sekarang. sebenarnya makna dari hari kebangkitan nasional bukan terletak pada perayaannya, tapi cenderung terletak pada bagaimana niat para pemimpin kita untuk membangkitkan indonesia ke arah yang lebih baik (http://youannz.wordpress.com).
Namun, hati kita akan menangis kala melihat wajah negeri ini beserta generasi mudanya. Mereka seakan telah lupa akan perjalanan negeri ini hingga berdiri menjadi satu bernama INDONESIA, mereka seakan tak peduli akan kemajuan bangsa ini. Mereka tak PD lagi mengatakan “Kami putra-putri Indonesia”, hanya kesenangan yang mereka pikirkan, semangat itu makin luntur bersama perjalanan waktu. Cita-cita luhur itu makin lama makin mengendap bersama arus modernisasi yang sulit dihindari.
Kini, 103 tahun sudah bangsa ini mencoba bangkit. Tak ada lagi waktu bagi kita untuk diam dan meratapi nasib bangsa ini. Saatnya kita kembali bangkit dan tunjukkan siapa kita sebenarnya di mata dunia. Jangan malu untuk berkata “Aku anak Indonesia” jangan takut untuk menunjukkan jati diri kita. Inilah kita anak bangsa yang tak mau diam akan merosotnya bangsa ini, inilah kita yang tak mau diam akan hilangnya semangat generasi muda bangsa ini. Satukan langkah, satukan semangat, mari berpegangan tangan dan satukan cita-cita dulu yang kini mulai pudar. Kitalah yang harus kembali maju dan berada di barisan terdepan untuk mengharumkan Indonesia tercinta, tumpah darah pahlawan kita. Jangan sia-siakan tetes keringat dan darah mereka hanya dengan bersenang-senag tanpa ada tujuan.
Apapun kita, siapapun kita, bagaiamanapun kita, dan di manapun kita…ayo pekikkan kembali semangat kebangkitan itu. Indonesia harus kembali jadi garuda yang terbang tinggi di langit asa dan cita-cita negeri ini. Indonesia harus tetap menunjukkan taringnya sebagai macan Asia. Tunjukkan Indonesia yang sebenarnya. Buka mata, satukan cita, buktikan cinta untuk Indonesia kita. AYO BANGKIT ANAK BANGSA…….!
Semangat untuk Negeri, 21 Mei 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)






