Saturday, 4 February 2017

PENDIDIKAN INDONESIA; BAGAI WAJAH KUSAM PENUH LUKA

Oleh : Ahmad Yani. 2 Mei 2012
PENDIDIKAN INDONESIA; BAGAI WAJAH KUSAM PENUH LUKA
                Melihat pendidikan di Indonesia, rasanya kita seperti menatap wajah kusam penuh luka. Bagaimana tidak, pendidkan yang seharusnya menjadi sebuah sarana untuk mencetak generasi bangsa yang bermartabat dan tak dipandang sebelah mata, kini telah banyak dinodai dengan berbagai masalah yang tak juga kunjung selesai.

                Tak sedikit problem yang menjadikan proses pendidikan di negara kita seakan terseok-seok untuk bisa berjalan dengan semestinya. Sebut saja seperti program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang telah lama dijalankan pemerintah nyatanya banyak terjadi kasus penyelewengan dana bantuan di dalamnya. Niat hati pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri kita yang tercinta ini harus berbenturan dengan sekian banyak problematika tersebut.

                Belum lagi rencana untuk menyetarakan pendidikan kita dengan standar internasional lewat RSBI/SBI-nya sempat dinyatakan gagal total. Rasanya tidak berlebihan bila pernyaan tersebut dilontarkan, karena nyatanya memang begitu. Pemerintah belum bisa membuktikan bahwa program tersebut berhasil, padahal sudah menyedot dana yang tak sedikit pula.

                Bahkan ada plesetan dari singkatna SBI yang seharusnya SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL menjadi SEKOLAH BEARIF INTERNASIONAL. Sekali lagi ungkapan semacam itu juga tak ada salahnya, karena memang pada faktanya untuk bisa mendapatkan pelayanan SBI tak sedikit dana yang harus dikeluarkan. Ironisnya, salah satu SMA di Jawa Timur -sebagaimana yang diberitakan oleh salah satu Majalah Mahasiswa- membedakan ruang bagi siswa SBI (yang rata-rata berasal dari keluarga yang berduit ) dan ruang siswa reguler (yang berasal dari keluarga menengah ke bawah). lalu bagaiman dengan substansi dari pendidika itu sendiri?, kaetika sekolah tidak lagi digunakan untuk tempat mencari ilmu namun dijadikan sebagai ladang bisnis bagi oknum-oknum tertentu.

                Menengok pada sisi lain, kita akan makin miris melihtnya ketika banyak siswa yang harus belajar di tengah ancaman ambruknya gedung sekolah lantaran sudah tak layak pakai lagi, tak sedikit pelajar di daerah-daerah pelosok harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk bisa sampai di sekolah. Bila kita menilik perjalanan sejarah bangsa kita, pendidikan nyatanya menjadi senjata yang ampuh untuk bisa melepaskan Indonesia dari kolonialisme penjajah. Dengan segala yang dimiliki para kaum terdidik terus berjuang untuk mengangkat martabat Indonesia di kancah Internasional.

                Mari momentum Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012 ini, kita jadikan sebagai sebuah refeleksi untuk terus meningktakn kualitas pendidikan di negara kita. Dan rencananya pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memulai kebangkitan generasi emas sebagai momentum menyambut seabad kemerdekaan Indonesia 2045 nanti. AYO JADIKAN INDONESIA LEBIH BAIK DENGAN PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK. (@md)

No comments:

Post a Comment