SUARA ANAK BANGSA
Sebuah cita-cita digantungkan
103 tahun yang lalu….
Sebuah harapan ditancapkan
103 tahun yang lalu
Semangat kebangkitan pun dikobrakan…..wahai anak bangsa betapa mulia perjuangan mereka, tak berpikir akankah mereka dikenang, tak mengharap akan imbalan atas jasanya, tak mengharap dirinya terkenal. Karena semangat itu dilandasi oleh kepedulian akan bangsa ini, kepedulian untuk bangkit dan berdiri lalu berlari menggapai cita-cita negeri ini.
Keinginan itu memang mulia, namun bukan berarti untuk mewujudkannya bisa semudah membalik telapak tangan. Halangan dan rintang besar telah menanti di depan mata, siap untuk menghalau dan melunturkan semangat mereka yang berkobar.
Tapi sungguh…tak ada sedikitpun rasa gentar di hati mereka untuk terus maju. Bangsa Indonesia, yang dijajah oleh Belanda, hidup dalam penderitaan dan kebodohan selama ratusan tahun. Bahkan tingkat kecerdasan rakyat, sangat rendah.
Hal ini adalah pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha untuk “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya (http://www.kutak-ketik.com). Semangat itu pun dikobarkan untuk menjadi bangsa yang tidak hanya dibodohi dan terus dijajah.
Mereka bangkit dengan persatuan, hingga akhirnya cita-cita itu pun diwujudkan dalam sebuah pergerakan dan perjuangan benama “Boedi Oetomo”. Pemuda bangkit dan berada di barisan terdepan perjuangan bangsa Indonesia. Tanpa ada rasa takut sedikitpun, pekik kemerdekaan harus dikumandangkan. Hingga akhirnya Indonesia bebas dari penindasan oleh bangsa penjajah. Kini kita sebagai penerus bangsa sudahkah memaknai arti perjuangan itu dengan sebaik mungkin?.
Menghargai cita-cita luhur mereka yang tidak hanya untuk satu masa saja, namun untuk selamanya. Semua itu akan terwujud bila kita sebagai generasi muda penerus bangsa mau maju dan terus berkembang dilandasi semangat yang tak boleh padam untuk masa depan bangsa ini.
Jangan samakan kebangkitan nasional sekarang dengan zaman dahulu karena sangatlah berbeda dulu kita masih di jajah dan tujuannya adalah mempersatukan kekuatan khususnya kaum muda tetapi sekarang hanya untuk membangkitkan generasi yang bapak-bapak atau ibu-ibunya sedang berkuasa sekarang. sebenarnya makna dari hari kebangkitan nasional bukan terletak pada perayaannya, tapi cenderung terletak pada bagaimana niat para pemimpin kita untuk membangkitkan indonesia ke arah yang lebih baik (http://youannz.wordpress.com).
Namun, hati kita akan menangis kala melihat wajah negeri ini beserta generasi mudanya. Mereka seakan telah lupa akan perjalanan negeri ini hingga berdiri menjadi satu bernama INDONESIA, mereka seakan tak peduli akan kemajuan bangsa ini. Mereka tak PD lagi mengatakan “Kami putra-putri Indonesia”, hanya kesenangan yang mereka pikirkan, semangat itu makin luntur bersama perjalanan waktu. Cita-cita luhur itu makin lama makin mengendap bersama arus modernisasi yang sulit dihindari.
Kini, 103 tahun sudah bangsa ini mencoba bangkit. Tak ada lagi waktu bagi kita untuk diam dan meratapi nasib bangsa ini. Saatnya kita kembali bangkit dan tunjukkan siapa kita sebenarnya di mata dunia. Jangan malu untuk berkata “Aku anak Indonesia” jangan takut untuk menunjukkan jati diri kita. Inilah kita anak bangsa yang tak mau diam akan merosotnya bangsa ini, inilah kita yang tak mau diam akan hilangnya semangat generasi muda bangsa ini. Satukan langkah, satukan semangat, mari berpegangan tangan dan satukan cita-cita dulu yang kini mulai pudar. Kitalah yang harus kembali maju dan berada di barisan terdepan untuk mengharumkan Indonesia tercinta, tumpah darah pahlawan kita. Jangan sia-siakan tetes keringat dan darah mereka hanya dengan bersenang-senag tanpa ada tujuan.
Apapun kita, siapapun kita, bagaiamanapun kita, dan di manapun kita…ayo pekikkan kembali semangat kebangkitan itu. Indonesia harus kembali jadi garuda yang terbang tinggi di langit asa dan cita-cita negeri ini. Indonesia harus tetap menunjukkan taringnya sebagai macan Asia. Tunjukkan Indonesia yang sebenarnya. Buka mata, satukan cita, buktikan cinta untuk Indonesia kita. AYO BANGKIT ANAK BANGSA…….!
Semangat untuk Negeri, 21 Mei 2011
No comments:
Post a Comment